Rabu, 22 Oktober 2014

Cinta Terindah Yang Pertama dan Terakhir

Waktu itu....., waktu itu adalah saat dimana menderitanya dia dimana ia mencoba bertahan melawan rasa sakit yang harus ia rasakan dan berada diantara jalan yang sangat-sangat berbahaya. Pada saat itu ia mempunyai dua badan yaitu ia sendiri dan aku. Pada saat itu ia sangatlah harus memlilih antara kedua badan tersebut pilihannya adalah keduanya tidak selamat, hanya satu tertolong, atau pun dua-duanya tertolong.

Tuhan......, Tuhan yang membuat pilihan tersebut dan akhirnya terpilih lah dua-duanya tertolong, yaitu mama dan aku. Akhirnya aku terlahir kedunia ini yang disebut juga panggung sandiwara ini dan, mama......, mama bertambah lagi penderitaannya. Dan.... itu belum seberapa sampai umurku 1 tahun kira-kira aku pada saat itu hanya bisa menangis karena diriku yang masih kecil. Ketika aku bertambah besar tubuhku ini mulai terlihat lebam-lebam seperti habis dipukul, kata mama pada saat itu aku menderita penyakit anemia, dan akhirnya pun berlalu.

Tapi....... penderitaan Mama lagi-lagi tidak hanya sampai situ saja, tetapi ketika mama membuatku bisa berjalan, disaat toko mama dan papa ramai, dan aku kesepian, aku berpikir untuk lari dari toko untuk kerumah saudaraku dan bermain, Tidak disangka mama begitu khawatir, dan akhirnya pergi menyusul dikarenakan aku yang saat itu masih kecil dan belum bisa berjalan dijalan raya. Akhirnya aku dihukum.

Lagi-lagi penderitaan mama bertambah disaat aku mulai bisa tau mana yang kuinginkan dan yang tidak, yaitu dimana saat mama memasak, dan menawarkan padaku, dan kebetulan aku tidak menyukainya dan aku menolak, lalu mama makan sendirian sayur yang telah ia masak, walau mama sudah merasa kenyang.

Setelah bertambah dewasa aku mulai bertambah sibuk dan tidak bisa membagi waktu sehingga jarang berkumpul dan ketika aku disuruh makan aku hanya bisa berteriak "Iyaaa...... ntar aja ma" dan akhirnya mama hanya makan ditemani oleh papa dan adikku. Mama terus-terusan menderita mulai dari menyuci pakaian, menyapu, megepel, cuci piring, dan juga mencari nafkah, terus dan terus, hampir setiap hari. Dan aku hanya bisa membantu lewat diriku yang masih belajar mandiri. 

Dan sampai sekarang aku tidak cukup untuk membalas budi mereka, karena sampai kapan pun jasa mereka tidak akan bisa terhitung...., Hanya OrangTua yang bisa memberikan cinta yang sangat besar untukku dengan sangat tulus.

NOTE: bagi kamu kamu kamu yang suka saling ngatain nama orangtua disekolah, please!!! stop it!!, kenapa lu harus malu bukannya bangga punya prang tua yang lebih hebat dari super hero manapun.

MOHON KRITIK DAN SARANNYA YOUW, URAIAN DIATAS MERUPAKAN PENGALAMAN SENDIRI, DAN BUATAN SENDIRI, JIKA TERJADI KESAMAAN ITU HANYA FIKTIF BELAKA (?)

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar