Gelap gulita menerjang, kau terangiku
Kau memberikan sinar bercahaya dihati lebih terang daripada matahari
Kau tersenyum layaknya laksana ombak yang bebas terhempas kemana saja
Engkau datang kehidupku seperti pelangi yang selalu memberikan warna setelah hujan
Tanganmu memelukku saat kesendirian melanda bercampur sedih
Kau sekat air mata yang turun menetes dengan penuh tangis kesepian
Kau menghiburku dengan tangamu itu, berusaha agar aku tak perlu lagi untuk sendiri menahan sakit
Hanya kau yang tau bagaimana jadi diriku
Walau terkadang kau memahamiku salah, yang seharusnya aku benar
Mungkin memang engkau tidak mengerti, tetapi aku menghargai engkau yang berusaha dengan berbagai cara
Engkau bisa memahamiku lebih dari siapapun, walau terkadang sulit untukku bahagia
Kedua tanganmu memberikan banyak arti untukku
Ibu.....
0 komentar:
Posting Komentar